BATURAJA, NAGARA.ID – SMP Xaverius Baturaja yang telah melahirkan 9.000 lebih alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, kini mengalami kesulitan keuangan akibat defisit anggaran hingga Rp 120 juta per bulan atau Rp 1,5 miliar per tahun.
SMP yang berdiri di atas tanah milik PJKA yang kini dikenal sebagai PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sudah ada sejak tahun 1958 ini harus disubsidi akibat beban biaya yang lebih besar dari pendapatan yang diperoleh. Biaya tersebut termasuk sewa sekolah kepada PT.KAI setiap tahunnya.
Dari berkumpulnya para alumni SMP yang berada di atas bukit, dalam acara Temu Kangen Alumni seluruh angkatan di Halaman SMP Xaverius terungkap, sekolah ini telah banyak menghasilkan alumni yang berhasil menjadi petinggi di pemerintahan baik pegawai negeri sipil, TNI dan Polri, serta menjadi pejabat penting di BUMN maupun perusahaan swasta nasional dan menjadi wiraswasta sukses.

Ketua Panitia Reuni Akbar SMP Xaverius Baturaja, Achdiat Sunaryo yang merupakan alumni tahun 1975 dalam sambutannya mengatakan, kegiatan temu kangen ini sudah direncanakan sejak dua tahun silam namun baru terlaksana sekarang katena pandemi Covid-19. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya yauitu kegiatan sosial menyantuni guru, sumbangan kepada sekolah maupun kegiatan anjangsana.
Sementara itu Bupati Kabupaten OKU, Teddy Meilwansyah yang hadir di tengah alumni sangat mengapresiasi acara temu kangen ini.
“Silaturahmi sangat penting karena bisa, membuka pintu rezeki di samping memperpanjang umur karena kito bercerito dan berkelakar. Asal jangan CLBK (cinto lamo bersemi kembali, Red),” katanya di hadapan hampir seratus orang alumni yang sebagian besar telah berusia di atas 50 tahun.
Mantu Bupati OKU dua periode Kuryana Azis ini bahkan menjanjikan akan membantu acara temu kangen dua tahun ke depan. “Jangan empat tahun tapi adokanlah duo tahun lagi, ” kata bupati yang energik dan selalu ceria ini.
92 Tahun Yayasan Xaverius
Sedangkan Perwakilan Yayasan Xaverius Palembang perwakilan Baturaja, Bruder Filipus mengatakan, hari ini bertepatan dengan 92 tahun Yayasan Xaverius mengabdikan diri di dunia pendidikan di Bumi Sriwijaya.

Filipus mengakui bangunan di SMP Xaverius Baturaja masih belum diperbaiki dan kekurangan sarana. “Bahkan jumlah siswa terus menurun sehingga yayasan harus mensubsidi Rp 1,5 miliar setahun untuk tetap bisa mengoperasikan TK, SD, dan SMA Xaverius yang berada di Baturaja.
Hal senada dikatakan Ketua Alumni SMP Xaverius Baturajo, Eben Hezer Ndoen dalam sambutannya. Dia menyebutkan, dari 9.000-an alumni ada yang menjadi jenderal, petinggi MA, kejaksaan, kepolisian, mantan bupati, dan orang sukses di perusahaan swasta maupun berwiraswasta.
“Tapi sampai sekarang sekolah nya masih menumpang dan menyewa tanah. SMP kami ini tidak memiliki tempat sendiri,” kata alumni tahun 1977.
Untuk itu, Benny, mengharapkan agar almamaternya bisa memiliki gedung yang representatif dan memiliki sendiri. “Untuk itulah kami sebagai alumni minta dukungan Pemda OKU,” katanya.
Dalam kegiatan temu kangen juga dilakukan pergantian Ketua Alumnni SMP Xaverius Baturaja dari Ebenhezer Ndoen yang menjabat dua periode 2013-2022, kepada Winny Bertha Medalia Nainggolan untuk empat tahun ke depan.
Salah satu alumni yang dimintai komentarnya, M. Zumli menyambut baik acara temu kangen ini. Bahkan alumni tahun 1981 ini mengajak alumni untuk berwisata ke Pantai Krui Lampung Barat. “Saya siap jadi tuan rumah dan menyediakan akomodasi, ” kata Camat Krui, Lampung Barat ini.






