JAKARTA, NAGARA.ID – Pecatur-pecatur muda dari Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan prestasi luar biasa pada Kejuaraan Pelajar ASIA (Asian School Zona 3.3) yang diikuti 11 negara bertempat di BPK Penabur Internasional School, Kelapa Gading Jakarta.
Raihan tertinggi dicapai Adly Juandra yang berahasil meraih Juara 2 pada KU 17 Putra, disusul Quinsha Adinda Syahirah Ranking 4 pada KU 17 Putra, Faizah Rahmilah Ranking 6 pada KU 15 Putri, Muhammad Almer Kapriaga Ranking 9 KU 9 Putra, serta Arya Prima Ranking 10 KU 17 Putra.
Turnamen catur internasional Asian Zone 3.3 School Chess Championship 2025 ini berlangsung pada 28–30 Agustus 2025, resmi ditutup pada hari Sabtu (30/08) oleh Ketua Umum PB Percasi sekaligus Presiden Fide Zona 3.3 diwakili Sekjen PB Percasi Hendry Hendratno.
Turnamen ini mempertemukan para pecatur terbaik dari 10 negara, termasuk Indonesia yang menurunkan 209 pecatur terbaiknya. Sejumlah kategori yang dipertandingkan, mulai dari KU-7 hingga KU-19 baik putra maupun putri, menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar negara, dengan banyaknya poin yang hampir sama antara peraih medali emas, perak, dan perunggu.
Sumatera Selatan Turunkan 11 Pecatur
Provinsi Sumatera Selatan pada kejuaraan kali ini mengirimkan 11 pecatur junior terbaik. Mereka lolos baik secara langsung melalui babak penyisihan maupun melalui wild card yang diberikan PB Percasi.
Kejutan terjadi ketika pecatur junior Sumatera Selatan, Adly Juanda, berhasil merebut medali perak kategori KU-17 Open setelah mengumpulkan 5,5 poin. Peringkat pertama diraih pecatur Filipina, Usman Mark Gabriel, juga dengan 5,5 poin, sementara perunggu jatuh kepada Uriel Noah Oloam Sidabutar dari Indonesia dengan 5 poin.
Sekretaris Umum Pengprov Percasi Sumsel MN Prima Nursinggih didampingi pelatih MN Nurdin Abubakar, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pecatur muda ini.
“Kita patut memberikan penghargaan untuk kerja keras anak-anak, terutama Adly yang berhasil meraih medali perak perorangan Open-17 sekaligus medali emas beregu Open-17. Dengan keberhasilan 5 pemain junior Sumsel menembus 10 besar, pembinaan catur di Sumsel sudah berada di jalur yang benar dan akan terus ditingkatkan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih tim catur Sumsel Nurdin Abubakar menambahkan, “Lima pecatur yang berhasil masuk 10 besar akan digembleng dengan latihan lebih keras lagi. Target kami ke depan minimal meraih peringkat tiga besar di Kejurnas 2025 di setiap kategori.”
Perjuangan Adly
Dalam kategori Open-17, perjalanan Adly berlangsung dramatis. Di babak pertama, ia ditahan remis oleh Alexander Gavin dari Indonesia. Namun, di babak kedua hingga keempat ia bangkit dengan mencatat kemenangan atas Randy Wijaya, Miracle Carang, dan Maximilliano.
Babak kelima dan keenam, Adly kembali ditahan remis oleh Immanuel Morado dan Usman Mark Gabriel dari Filipina. Namun, pada babak ketujuh ia tampil luar biasa dengan mengalahkan M. Indra Gunawan dari Indonesia. Hasil akhir 5,5 poin mengantarkannya ke posisi kedua dan meraih medali perak.
“Saya bangga bisa membawa nama Sumsel dan Indonesia di ajang ini. Medali perak ini bukan akhir, justru awal perjalanan saya untuk bisa meraih emas di kesempatan berikutnya,” kata Adly bersemangat.
Sementara itu yang belum lama menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Percasi Sumsel Ilyas Panji Alam mengatakan, Pengprov Percasi bersama pemerintah daerah akan terus mendukung pembinaan agar lebih banyak lagi pecatur Sumsel yang bisa berprestasi. “Tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” tandas politisi dari PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Sumsel ini.