Pemantauan dan Pencegahan Obesitas pada Remaja dengan menggunakan Aplikasi SIFORTASIMA dan pemberdayaan lingkungan

Pemantauan dan Pencegahan Obesitas pada Remaja dengan menggunakan Aplikasi SIFORTASIMA dan pemberdayaan lingkungan.

Oleh: Nourmayansa Vidya Anggraini1, Serri Hutahaean2, Teguh Firmansyah3, Muchamad Rifki Nuryanta4, Vionita Apriliana5, Bonieta Dwi Lestari6, Muhammad Harits Saifulloh7, Nita Junita8, 1,2,5,6,7,8Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, 3,4Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Obesitas merupakan masalah kesehatan kronis terbesar pada Negara maju maupun Negara berkembang seperti Negara Indonesia. Obesitas merupakan masalah global di seluruh dunia dan dinyatakan sebagai masalah kesehatan kronis terbesar oleh World Health Organization. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang cukup merisaukan di kalangan masyarakat. Peningkatan prevalensi obesitas ini tidak hanya terjadi di Negara maju saja tetapi juga di Negara berkembang. Peningkatan prevalensi obesitas juga terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Obesitas merupakan resiko terbesar penyebab kematian global. Dampak dari kelebihan berat badan yang lain diantaranya adalah dapat menyebabkan penderitaan secara psikososial dan meningkatnya biaya kesehatan yang harus ditanggung individu dan keluarga dengan kelebihan berat badan. Obesitas berisiko terjadi pada remaja.

Remaja merupakan aset sumber daya manusia masa datang yang perannya sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan kualitas remaja saat ini, termasuk kondisi fisik sehat berpengaruh pada kualitas hidup remaja. Remaja berada dalam kondisi periode kritis selama masa pertumbuhan dan perkembangan serta rentan berperilaku risiko khususnya terkait gaya hidup sehingga menyebabkan obesitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah obesitas pada remaja membutuhkan penyelesaian dari individu remaja sendiri juga peranan lingkungan sekitar sebagai bagian dari manajemen kesehatan, yaitu dari guru, orang tua dan teman sebaya.

Pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022 tim dosen Keperawatan yaitu Ns. Nourmayansa Vidya Anggraini, M.Kep., Sp Kep.Kom, Ns. Serri Hutahaean, M.Kep, Teguh Firmansyah M.T melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP PGRI Cibeber Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini diikuti juga oleh mahasiswa Keperawatan Muchamad Rifki Nuryanta, Vionita Apriliana, Bonieta Dwi Lestari, Muhammad Harits Saifulloh, Nita Junita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul Monitoring mandiri melalui Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (SIFORTASIMA) dan  pemberdayaan lingkungan dalam  pencegahan obesitas pada remaja di masa pandemi covid 19 ini bertujuan untuk membantu dalam pencegahan obesitas pada remaja di SMP PGRI Cibeber dimana kurang lebih 10% dari siswanya mengalami obesitas. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa sesi, yaitu sesi orang tua, guru, dan siswa. Harapannya setelah kegiatan ini akan terlaksana program pemantauan pencegahan obesitas yang dilakukan oleh siswa secara mandiri dan juga oleh lingkungan sekitar, yaitu orang tua, guru, dan teman sebaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dibuka dengan sambutan oleh bapak kepala sekolah SMP PGRI Cibeber yaitu Bapak Muhamad Ramdan, SH, M.Pd. Dalam sambutannya beliau berharap bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan banyak manfaat untuk warga SMP PGRI Cibeber khususnya dalam hal pencegahan obesitas.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PGRI Cibeber yaitu Bapak Nendi Sanudin, S.Pd, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa remaja tidak hanya berfokus pada masalah pendidikan tetapi juga masalah kesehatan karena remaja adalah generasi penerus bangsa di masa yang akan datang sehingga harus sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Dalam kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan pada orang tua, guru, dan remaja terkait dengan masalah gizi khususnya obesitas pada remaja. Peningkatan pengetahuan dari 65% menjadi 85% pada orang tua, guru, dan remaja. Monitoring mandiri SIFORTASIMA dapat menumbuhkan keinginan untuk mencapai berat badan ideal. Intervensi monitoring mandiri didukung oleh sistem pemantauan status gizi dan informasi mengenai gizi yang mudah diakses oleh remaja. Juga ditambah pemberdayaan lingkungan yaitu guru, orang tua dan remaja dalam pencegahan dan pengendalian obesitas remaja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =