Olimpiade Tokyo 2020 Ditutup, AS Juara Umum

TOKYO, NAGARA.ID – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, resmi menutup Tokyo Games 2020, yang telah berlangsung selama 16 hari, dalam upacara penutupan di Stadion Nasional (Olympic Stadium) Tokyo, Ahad (8/8) malam.

Juara Umum kali ini diraih Amerika Serikat dengan meraih 39 medali emas, 41 perak, dan 33 perunggu selama 15 hari Olimpiade 2020. China peringkat kedua dengan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu.

“Saya menyatakan Olimpiade ditutup,” ujar Bach di podium.

Penutupan tersebut diikuti oleh tarian yang kemudian berlanjut dengan alunan piano “Clair de Lune” dari Claude Debussy, komponis berkebangsaan Prancis, bersamaan menutupnya kaldron api Olimpiade.

Kembang api menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo, kemudian diikuti dengan tulisan digital “Arigato,” yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, terpampang besar.

Dalam pidato penutupan, Bach berterima kasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi… dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan,” kata Bach.

“Kalian atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi nyata.”

Tak lupa, Bach berterima kasih kepada semua relawan atas upaya dan bantuan, sehingga Olimpiade bisa terwujud.

“Terima kasih Jepang, terima kasih Tokyo,” ujar Bach.

Para atlet dari 205 negara mengikuti prosesi penutupan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu malam (8/8/2021).

Dalam parade penutupannya, para atlet tersebut mengelilingi panggung tengah dipimpin bendera Jepang selaku tuan rumah dan Yunani selaku negara pendiri olimpiade Olimpiade 2020.

China dan AS Bersaing Hingga Akhir

Kali ini, Tim Amerika Serikat memempertahankan status juara umum dengan meraih 39 medali emas, 41 perak, dan 33 perunggu selama 15 hari Olimpiade 2020. China peringkat kedua dengan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu.  Persaingan perebutan juara umum AS dan China masih berlangsung ketat menjelang penutupan Olimpiade

Tuan runah, Jepang berada pada posisi ketiga dengan 27 medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu. Lalu, Inggris Raya posisi keempat yang memiliki 22 emas, 21 perak, serta 22 perunggu. ROCposisi kelima yang meraih 20 medali emas, 28 perak, dan 23 perunggu.

Australia, Belanda, Prancis, Jerman, serta Italia beruturut-turut ada di posisi ke-6 hingga 10.

Sementara Indonesia yang meraih satu emas, satu perak, dan tiga perunggu berada di posisi ke-55. Indonesia gagal mencapai target perbaikan peringkat pada Olimpiade Tokyo 2020.

Juara Umum kali ini diraih Amerika Serikat dengan meraih 39 medali emas, 41 perak, dan 33 perunggu selama 15 hari Olimpiade 2020. China peringkat kedua dengan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu.

“Saya menyatakan Olimpiade ditutup,” ujar Bach di podium.

Penutupan tersebut diikuti oleh tarian yang kemudian berlanjut dengan alunan piano “Clair de Lune” dari Claude Debussy, komponis berkebangsaan Prancis, bersamaan menutupnya kaldron api Olimpiade.

Kembang api menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo, kemudian diikuti dengan tulisan digital “Arigato,” yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, terpampang besar.

Dalam pidato penutupan, Bach berterima kasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi… dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan,” kata Bach.

“Kalian atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi nyata.”

Tak lupa, Bach berterima kasih kepada semua relawan atas upaya dan bantuan, sehingga Olimpiade bisa terwujud.

“Terima kasih Jepang, terima kasih Tokyo,” ujar Bach.

Para atlet dari 205 negara mengikuti prosesi penutupan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu malam (8/8/2021).

Dalam parade penutupannya, para atlet tersebut mengelilingi panggung tengah dipimpin bendera Jepang selaku tuan rumah dan Yunani selaku negara pendiri olimpiade Olimpiade 2020.

China dan AS Bersaing Hingga Akhir

Kali ini, Tim Amerika Serikat memempertahankan status juara umum dengan meraih 39 medali emas, 41 perak, dan 33 perunggu selama 15 hari Olimpiade 2020. China peringkat kedua dengan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu.  Persaingan perebutan juara umum AS dan China masih berlangsung ketat menjelang penutupan Olimpiade

Tuan runah, Jepang berada pada posisi ketiga dengan 27 medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu. Lalu, Inggris Raya posisi keempat yang memiliki 22 emas, 21 perak, serta 22 perunggu. ROCposisi kelima yang meraih 20 medali emas, 28 perak, dan 23 perunggu.

Australia, Belanda, Prancis, Jerman, serta Italia beruturut-turut ada di posisi ke-6 hingga 10.

Sementara Indonesia yang meraih satu emas, satu perak, dan tiga perunggu berada di posisi ke-55. Indonesia gagal mencapai target perbaikan peringkat pada Olimpiade Tokyo 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + eight =